Perbedaan Industri 1.0 sampai 4.0 Di pendidikan

 

Selama ber abad abad, kebutuhan manusia seperti makanan, pakaian, rumah dan persenjataan diproduksi dengan tangan atau dengan bantuan hewan pekerja, pada awal abad ke-19, manufaktur mulai berubah secara dramatis dengan diperkenalkannya industri 1.0 dan teknologi berkembang pesat dari sana

Industri 1.0

Pada tahun 1800-an, mesin mesin bertenaga air dan uap dikembangkan untuk membantu para pekerja. Seiring dengan meningkatnya kemampuan prooduuksi, bisnis juga tumbuh dari pemilik usaha perorangan yang mengurus sendiri bisnisnya dan atau meminta bantuan tetangganya sebagai pekerja.

Deskripsi: Alat alat dengan basis tenaga air dan uap mulai dikembangkan untuk membantu proses produksi. Setelah kapasitas produksi meningkat, bisnis juga mulai berubah. Dari bisnis yang diurus oleh satu orang atau kelompok kecil menjadi sebuah organisasi yang memiliki pimpinan, manajer, dan pekerja yang melayani pelanggan. Dalam dalam dunia pendidikan, masih sangat lemah, masyarakat sangat sedikit yang mempunyai ilmu pendidikan, mereka hanya kerja dan makan setiap harinya. Semua Ilmu di dapatkan dari PRaktik di lapangan setiap harinya. Dan Langsung di turunkan kepada anak anaknya, sehingga apa yang di kerjakan orang tua, itulah yang di kerjakan Seorang anaknya.

 

Industri 2.0

Pada awal abad ke-2.0, listrik menjadi sumber utama kekuasaan. Penggunaan listrik lebih efektif dari pada tenaga uap atau air karena produksi difokuskan ke satu mesin. Akhirnya mesin dirancang dengan sumber daya mereka sendiri, membuatnya lebih portebel.

Dalam periode ini juga melihat perkembangan sejumlah program managemen yang memunginkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manufaktur. Pembagian kerja, dimana setiap pekerja melakukan sebagian dari pekerjaan total, meningkatkan prduktivitas. Produksi barang secara masal menggunakan jalur perakitan menjadi hal biasa.  Insinyur mekanik amerika frederick taylor memperkenalkan pendekatan untuk mempelajari pekerjaan guna mengoptimalkan metode pekerja dan tempat kerja Terakhir, prinsip manufaktur yang tepat waktu dan ramping semakin memperhalus cara perusahaan manufaktur dapat meningkatkan kualitas dan output mereka.

Deskripsi: Desain mesin mengalami perubahan menyesuaikan dengan sumber tenaga baru yaitu listrik. Mesin memiliki sumber tenaga masing – masing sehingga mesin dengan mudah dapat dipindah – pindahkan, namun masih dikontrol oleh manusia. Dalam hal manajemen bisnis juga mengalami perkembangan, yang memungkinkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi fasilitas industri. Terbentuknya divisi – divisi pekerjaan dimana setiap pekerja bekerja hanya dalam bagian tertentu dari seluruh proses pekerjaan. Sehingga konsep produksi skala besar dengan menggunakan pekerja yang berbaris (assembly lines) untuk menyelesaikan sebuah total pekerjaan yang ada.

Dalam Tahap ini Dunia Pendidikan mulai diperhatikan, mengingat jumlah Penduduk yang selalu bertambah dan lebih parah lagi jumlah pengangguran yang meraja lela. Peningkatan Hasil dari Dunia Pendidikan, Lulusan yang berkualitas sangat di perlukan dalam masa ini, di karenakan Sebuah lapangan kerja mulai menggunakan Sistem kerja dengan mesin dengan skala yang besar, sehingga bantuan tenaga kerja yang handal sangat di butuhkan. Dunia Pendidikan Di tutuntut untuk menghasilkan Lulusan yang mampu bersaing dengan Negara Lain.

Industri 3.0

Dalam beberapa dekade terakhir abad ke-20, penemuan dan pembuatan perangkat elektronik, seperti transistor dan, kemudian, chip sirkuit terintegrasi, memungkinkan untuk lebih mengotomatisasi mesin-mesin individual untuk melengkapi atau mengganti operator. Periode ini juga melahirkan pengembangan sistem perangkat lunak untuk memanfaatkan perangkat keras elektronik. Sistem terintegrasi, seperti perencanaan kebutuhan material, digantikan oleh alat perencanaan sumber daya perusahaan yang memungkinkan manusia untuk merencanakan, menjadwalkan, dan melacak arus produk melalui pabrik. Tekanan untuk mengurangi biaya menyebabkan banyak produsen memindahkan komponen dan operasi perakitan ke negara-negara berbiaya rendah. Perpanjangan dispersi geografis menghasilkan formalisasi konsep manajemen rantai pasokan.

Deskripsi: Dalam tahap inilah berbagai komponen elektronika ditemukan, mulai dari transistor, IC chipsyang memungkinkan untuk mengembangkan mesin yang tidak memerlukan operator manusia. Disini juga terjadi perkembangan perangkat lunak yang mendukung perangkat keras elektronik. Proses bisnis juga semakin berkembang dan lebih terstruktur mulai dari tahap perencanaan oleh manusia, jadwal dan aliran proses produksi. Disini juga mulai memperhatikan penekanan biaya produksi, sehingga demi mengurangi biaya produksi maka konsep pemindahan pabrik ke Negara dengan biaya rendah mulai dilakukan. Konsep distribusi dalam wilayah geografi yang lebih luas juga dilakukan dengan membuat sebuah aturan dalam distribusi produk.

Dalam Dunia pendidikan di haruskan mengikuti perkembangan Jaman, terutama perkembangan teknologi dan komunikasi. Dalam masa ini Dunia pendidikan di haruskan membuat strategi- strategi yang baru, model pembelajran yang baru dan modern. supaya proses pembelajaran tidak membosankan bisa menumbuhkan gairah belajar baru untuk siswa. Penggunaan alat alat Teknologi yang canggih dan bisa dijangkau oleh masyarakat, khususnya adalah siswa. kita ambil contoh adalah smartphone. Kemajuan teknologi sangat pesat, penyebaran informasi sangat pesat. inilah yang harus di lakukan oleh dunia pendidikan, khususnya sebagai tenaga pendidik. kita harus lebih berkembang dari siswa kita. bisa di bayangkan, anak kita sudah update dengan informasi terbaru melaui smartphonenya, namu kita sebagai guru masih berdasarkan buku paket di skolah, tanpa ada usaha untuk mencari informasi lainnya. dan sedangkan Buku Paket di sekolah itu di buat mungkin 3 – 4 tahun kemarin. Nah, kira kira apa yang akan terjadi pada KBM kita? silahkan kita resapi.

 

 

Industri 4.0

Pada abad 21, Industri 4.0 menghubungkan Internet Of Things (IOT) dengan teknik manufaktur untuk memungkinkan sistem berbagi informasi, menganalisanya, dan menggunakannya untuk memandu tindakan cerdas. Ini juga menggabungkan teknologi mutakhir termasuk manufaktur aditif, robotika, kecerdasan buatan dan teknologi kognitif lainnya, material canggih, dan augmented reality, menurut artikel “Industri 4.0 dan Ekosistem Manufaktur” oleh Deloitte University Press.

Perkembangan teknologi baru telah menjadi pendorong utama pergerakan ke Industry 4.0. Beberapa program yang pertama kali dikembangkan pada tahap akhir abad ke-20, seperti sistem eksekusi manufaktur, kontrol lantai toko dan manajemen siklus hidup produk, merupakan konsep berpandangan jauh ke depan yang tidak memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk membuat implementasi lengkapnya menjadi mungkin. Sekarang, Industri 4.0 dapat membantu program-program ini mencapai potensi penuh mereka.

Deskripsi: Dengan ditemukannya Internet menjadi dasar dari terbukanya gerbang revolusi Industri 4.0. Terciptanya sebuah jaringan yang menghubungkan komunikasi antar manusia dan alat. Teknologi internet of Things dimana memanfaatkan internet untuk membuat sistem dapat membagikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan tindakan yang memerlukan analisa cerdas. Pembuatan robot, kecerdasan buatan, teknologi kognitif seperti virtual reality dan lain sebaginya. Model bisnis juga sudah berubah dengan memanfaatkan teknologi, baik itu untuk jual – beli, manajemen manusia maupun perusahaan.

ini yang terjadi pada dunia pendidikan sekarang. Semua Serba INternet, internet adalah segalanya bagi mereka yang sudah mengetahui apa itu internet, Kebaikan dan Kejahatan sulit untuk di kenali. Dalam Dunia pendidikan sekarang ini, anak lebih sering membaca Smartphonnya, dari pada membaca Buku Paketnya. istilah “Buku Adalah Jendela Dunia” itu jika tidak kita selalu tanamkan pada anak kita, mungkin 2 tahun lagi akan sirna. dan akan timbul ” Smartphon dan Internet adalah Segalanya”. Dalam Hal ini bisa juga terjadi, dan 80% akan terjadi apabila kita sebagai Tenaga Pendidik/ Orang Tua tidak memberikan pemahaman dampak Positif dan Negatif dari internet kepada anak/ siswa kita. Dalam Industri ini, atau dalam dunia saat ini. KARAKTER yang dulu kita tanamkan di Jiwa anak/ siswa kita seakan akan tertimpa Oleh INTERNET, Spritual dan Sikap Sosial sudah mulai menipis pada jiwa mereka.

hal inilah yang menjadi PR dan TUGAS Penting untuk Dunia Pendidikan, yaitu selalu berusaha semaksimla mungkin untuk menanamkan Karakter religi dan Karakter sikap, baik sosial atau masyarakat dalam kehidupannya. Slaah satu contoh kecil, Pada Indutri 2.0 dan 3.0 Rasa Kebersamaan, Gotong Royong, Sosial, religi, bermain bersama, saling sapa, saling bercanda sangatlah nampak pada kehidupan sehari hari. namun yang menyedihkan pada Insdutri saat ini, semua Orang/ siswa/ Itu terpengaruh oleh Smartphon dan terutama Internet. Mereka lebih suka berhuibungan dengan orang lain yang jauh, dari pada berinteraksi dengan orang dekatnya.

mari semua kalangan mulai dari kecil sampai yang muda, walaupun kita hidup di era Digital, era internet, era industri 4.0. Jangan sampai Lupakan, Jangan sampai Tinggalkan Budaya Indonesia, sopan santun, tata krama, etika kita. Jangan Lupakan SIkap Religi KITA, jangan Lupakan SIkap Sosial KIta. Dan Jangan Lupakan Dasar Negara Kita PANCASILA.