Bulan Juni, Bulan “Bung Karno”, Kenapa?

Selamat Pagi dan tetap salam sehat para pembaca andredirgahayu.com. Tahukah Anda mengapa Bulan Juni bisa di Sebut Bulan “Bung Karno”? di bawah ini akan saya jelaskan secara singkat. Namun Sebelumnya jangan Lupa Kunjungi artikel Pendidikan lainnya hanya di andredirgahayu.com.

“Bung Karno” nama ini masih teringat dan Tak akan terlupakan oleh Bangsa Indonesia. Beliau adalah Bapak Proklamator Bangsa Indonesia. Apa Hubungannya Bulan Juni dengan Bung Karno. Tahukan Anda Bung Karno atau IR Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia serta pahlawan proklamasi, Sukarno, yang dulu disebut Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Ketika ia lahir, Soekarno diberi nama Koesno Soekarno.

1. Tubuh manusia membutuhkan 2 liter air putih setiap harinya, namun itu tidak akan bermanfaat jika kita minum sambil berdiri. Benarkah? Simak Artikelnya Di Sini…

2. Proxima b adalah planet luar tata surya yang paling menarik untuk dipelajari atau Planet Mirip Bumi Di Dekat tata Surya? Simak Artikelnya di sini

3. Polda Metro Jaya masih kejar satu penyebar video porno mirip Syahrini! Simak Lengkap Beritanya

Ayahnya bernama Raden Soekemi Soekarno dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Selama hidupnya, Soekarno  memiliki 3 istri dan mempunyai 8 anak. Salah satu istri dari Soekarna yang bernama Fatmawati  memiliki anak yang bernama Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan thunder. Istri Soekarna yang berikut bernama Hartini memiliki anak yang bernama topan dan Bayu, sementara istri Ketiga yang asli dari jepang bernama Naoko Nemota Kartika mempunyai seorang anak yang bernama Ratna Sari Dewi.

pancasila bung karno

Saat Soekarno masih kecil, Soekarna tinggal di Blitar dengan Orang tuanya hanya beberapa tahun. Selama sekolah dasar sampai wisuda, Soekarno tinggal di Surabaya, di rumah Haji yang bernama Oemar Tokroaminoto, yang sebagai pendiri politikus veteran Syarikat Islam. Kemudian Soekarno melanjutkan pendidikan di Hogere burger SCHOOL (Hoogere Burger School).  Setelah lulus pada tahun 1920, Soekarno pindah ke London dan melanjutkan sekolah tinggi Teknik Atau ITB yang sekarang, Atas Keberhasilannya Soekarna Berhasil meraih gelar”Ir” pada 25 Mei tahun 1926.

Pada 4 juli 1927, Soekarno mendirikan partai Nasionalis Indonesia ( PNI) Dengan tujuan Indonesia merdeka. Pada tahun 1929, Belanda menangkap Soekarno dan memasukkannya kedalam penjara Sukamiskin.

Ia diklasifikasikan sebagai seorang tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Sukarno agar tidak menerima informasi dari luar, ia menggabungkan dengan tawanan ‘elite’. Kelompok perlawanan ini sebagian besar terdiri dari orang-orang Belanda yang terlibat dalam korupsi, penipuan atau penggelapan. Dalam penjara, Soekarno mengobrol dengan mereka yang bersemangat membahas perjuangan untuk kemerdekaan.

Seiring Berjalannya waktu, Sukarno menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Soekarno menggunakan telur yang telah ditusuk dengan jarum dan tanda itu menandakan pesan, Seperti 1 tanda tusuk telur mengartikan berita baik, 2 tusuk telur berarti teman ditanggkap, dan 3 tusukan berarti tidak ada skala besar serangan terhadap aktivis gerakan kemerdekaan.

Dapatkan Juga Kumpulan Aplikasi Pendidikan Terbaru 2020 lainnya :

1. Aplikasi Website Sekolah

2. Aplikasi PPDB Online

3. Aplikasi Pembelajaran Online (Elearning)

4. Aplikasi Kelulusan Online

5. Aplikasi Raport Online

6. Aplikasi Toko/ Koperasi Sekolah Online

7. Aplikasi Ujian Online

8. Aplikasi PPDB Berbasis Excel

9. Aplikasi Raport K13 Rev 2018

10. Aplikasi Jadwal Pelajaran Anti Bentrok

11. Aplikasi SKHUS Excel

12. Aplikasi Perangkat Pembelajaran (RPP terbaru 1 Lembar) Format Excel.

13. Aplikasi Laporan Penggunaan DANA BOS Tahap (Tahun 2020)

14. Dan Aplikasi Pendidikan GRATIS Lainnya.

Selama Desember 1929 sampai pada tanggal 31 Desember 1931, Sukarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orang tua yang tinggal di Blitar. Menurut Ms. Ward, orangtua Soekarno Raden Soekemi Soekarno dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak bisa melihat bahwa mereka dalam posisi lemah.

Selain itu,  menurut Ms. Ward, Soekarno terlihat begitu kurus dan hitam. Tapi Bung Karno beralasan, ia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan pekerjaan dan keluar di bawah sinar matahari untuk memanaskan tulang. Karena di dalam sel tidak ada sinar matahari.

Diatas adalah Sekilas Cerita tentang “Bung Karno” dimana Lahir pada Bulan Juni dan Wafatpun Beliau Pada Bulan Juni. Dan Tak Kalah pentingnya Awal Juni ini tepatnya tanggal 01 Juni adalah Hari yang Bersejerah untuk Bangsa Indonesia.

Dan Bertepatan pada Hari ini 01 Juni kita bangsa Indonesia memperingati “HARI LAHIR PANCASILA”. Pertanyaannya Mengapa 01 Juni, Bagaimana Sejarahnya. Nah. Untuk anda yang belum tahu sejarahnya. Yuks Kita simak kisahnya.

Pada Tanggal 01 Juni 1945 sebelum Kemerdekaan, pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

Dan sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati hari “Lahirnya Pancasila” .

pancasila bung karno

Pancasila adalah Sebagai Dasar Negara Indonesia, Namanya Juga DASAR, Berarti Apapun yang ada di Indonesia, siapapun yang hidup di Negara Indonesia Harus Berdasarkan PANCASILA. Dimana PANCASILA itu sendiri memiliki “LIMA SILA” tentunya Anda Semua masih Ingat Bukan?

Namun Yang Mungkin Kita LUpakan adalah Butir – butir Pancasila yang semestinya harus kita amalkan dalam kehidupan sehari- hari. Namun Jika Anda Lupa Mari kita hafalkan dan kita amalkan utk NKRI, PANCASILA yang beradab, PANCASILA yang bermartabat, semoga bermanfaat

Sekedar mengingatkan IDEOLOGI NEGARA KITA :

Mengingat pelajaran PMP dan P4″ Butir-butir Pengamalan
Pancasila “

5 (lima) asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

ini ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

pancasila bung karno
  1. Butir Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain..

2. Butir Sila Ke Dua “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Butir Sila Ke TIGA ” PERSATUAN INDONESIA”

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Butir Sila KE Empat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan iā€™tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Butir Sila Ke Lima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Nah, Bagaimana Saudaraku, Banyak Orang Yang Menganggap Bulan Juni Adalah Bulan BUNG KARNO, Dimana Beliau Lahir dan Wafat pada Bulan Juni, Dan Yang Paling Mengesankan. Beliau Lah yang membentuk DASAR NEGARA INDONESIA yaitu PANCASILA.

Semoga bermanfaat ya kawan. dan tak lupa selamat Memperingati Hari LAHIR PANCASILA.