Begini Peraturan Era New Normal Di Indonesia bidang Pendidikan Terbaru

Assalamulaikum Wr. Wb. Selamat malam para pembaca yang budiman. Pandemi ini begitu sulit berakhirnya. Entah siapa yang salah, tentunya kita tidak boleh saling menyalahkan. Yang harus kita lakukan adalah instropeksi diri, ada apa ini semua?Apakah ini Ujian dari Allah SWT? atau memang manusia sendiri yang menyebabkan ini semua. Mari kawan kita ambil posotofnya saja. dan bagamaiana pengajaran pengajaran modalitas kelas normal yang baru dalam dunia pendidikan? dan Bagaimana Syarat New Normal Dari WHO? dan Bagaimana peraturan jarak di sekolah atau penjarakan di sekolah? apakah tetap seperti biasa atau ada yang lain? Masri kita simak artikel di bawah ini.

Sahabat pembaca yang budiman, Penerapan New Normal Di Indonesia dibeberapa daerah khususnya indonesia Keadaan Virus Corona ini masih merajalela. Berbagai kebijakan yang diluncurkan pemerintah, berbagai tata aturan yang sudah dijalankan. Namun mengapa Pandemi ini belum berakhir? Kondisi pendidikan yang memprihatinkan, Semua belajara dari Rumah, Mulai dari siswa – pengelola pendidikan semua berjalan dari rumah. Tanpa ada tatap muka. Memang beginilah keadaanya, manusia hanya bisa menjalani.

Dibalik semua ini banyak sekali siswa yang mengeluhdikarenakan begitu banyakk tugas rumah yang harus diselesaikan, jika siswa anak orang yang mengerti ilmu pendidikan itu mubgkin tak ada masalaha bagi mereka. Namun bagaimana jika orang tua mereka tidak paham tentang ilmu pendidikan? Terus bagaimana mereka akan mengerjakan tugas dari guru? saya jamin 7 dari 10 anak tidak akan mengerjakan tugas tersebut. Dengan dalih, tidak paham dan tidak mengerti maksud dari soalnya.

Oleh Karena itu, jika masa Belajara di rumah ini akan diperpanjang lagi, bagaimana pendidikan di Indonesia?

Pemerintah Indonesia telah mulai Meluncurkan suatu Program Yang Bernama “NEW NORMAL LIFE” atau bisa dibilang “Kehidupa Yang Baru” dalam menghadapi Pandemi ini. Khususnya Untuk Dunia Pendidikan. Lalu seperti apa sistem belajara di sekolah sehingga bisa mencegah kita dari tertularnya Virus ini? Berikut ulasanya dilangsir dari https://newsmaker.tribunnews.com/

Sosialisasi pola new normal

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security CEPH Griffith University mengatakan, pelaksanaan pola hidup baru dan pola kehidupan lainnya di berbagai sektor dan tingkatan selama pandemi covid-19 harus mulai disosialisasikan.

Hal tersebut penting mengingat potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemik.

“Sekaligus saya tidak sependapat dengan adanya pernyataan salah satu lembaga survey pemilu yang menyatakan pandemi ini akan selesai Juni,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Dicky yang telah terlibat dalam penanganan pandemi hampir 18 tahun sejak wabah SARS, HIV, dan flu burung ini menuturkan, penerapan pola kerja baru dan sekolah baru haruslah dipersiapkan dengan matang.Dicky mengungkapkan, potensi penularan covid-19 dapat terjadi baik pada orang dewasa muda dan anak-anak.Bahkan, hal ini dapat berakibat fatal atau kematian. Dicky pun memberikan panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru dan kerja baru di tengah pandemi yang saat ini terjadi.

Panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru :

1. Proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah

Karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar atau bekerja di sekolah.

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal

Melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

Dapatkan Juga Kumpulan Aplikasi Pendidikan Terbaru 2020 lainnya :
1. Aplikasi Website Sekolah
2. Aplikasi PPDB Online
3. Aplikasi Pembelajaran Online (Elearning)
4. Aplikasi Kelulusan Online
5. Aplikasi Raport Online
6. Aplikasi Toko/ Koperasi Sekolah Online
7. Aplikasi Ujian Online
8. Aplikasi PPDB Berbasis Excel
9. Aplikasi Raport K13 Rev 2018
10. Aplikasi Jadwal Pelajaran Anti Bentrok
11. Aplikasi SKHUS Excel
12. Aplikasi Perangkat Pembelajaran (RPP terbaru 1 Lembar) Format Excel.
13. Aplikasi Laporan Penggunaan DANA BOS Tahap (Tahun 2020)
14. Dan Aplikasi Pendidikan GRATIS Lainnya.

3. Lakukan test covid-19

Test disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining diberi tanda

Bagi guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining untuk covid-19, maka dapat diberikan tanda.

5. Sosialisasi virtual

Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur waktu kegiatan belajar mengajar

Waktu kegiatan belajar diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan dikurangi durasi di sekolah.

7. Data dan cek kondisi

Guru kelas terpilih wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal. Siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar di rumah hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi duduk

Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru tidak berpindah kelas

Guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

10. Menjaga jarak

Guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

11. Skrining harian

Skrining harian sebelum berangkat untuk guru, siswa dan karyawan lewat handphone.Jika suhu di atas 38 derajat, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka jangan ke sekolah.Fasilitasi kontak puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak berkumpul

Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining fisik

Di pintu masuk sekolah, lakukan skrining fisik untuk guru, siswa, atau karyawan yang meliputi suhu, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit

14. Penerapan aturan pola sekolah baru

Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan covid-19. Aturan pola baru meliputi selalu wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel dan hand sanitizer pada beberapa lokasi sekolah. Selain itu, tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah.

15. Informasi pencegahan corona

Pemasangan informasi pencegahan covid seperti di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan

Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfektan setiap hari

17. Tutup tempat bermain

Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul

18. WFH bagi yang bepergian

Guru, karyawan atau siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri, diberi waktu WHF atau belajar dari rumah selama 14 hari

19. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah

Pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah, juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah. Sementara itu, aturan spesifik lain disesuaiakan dengan lokasi dan kondisi

“Kegiatan belajar mengajar relatif aman dilakukan jika seluruh tahapan ini dilakukan. Jika belum siap maka tidak boleh dipaksakan,”

Resume pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penyelenggaraan Pembelajaran selama pandemi covid-19

Prinsip utama: Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi prioritas utama.
Tahun ajaran baru tetap dimulai Juli 2020
94% peserta didik, pendidik tendik di daerah zona kuning, merah, oranye, tidak diperkenankan belajar tatap muka (sekitar 483 kab/kota)
6% dari daerah zona hijau, boleh membuka pembelajaran tatap muka hanya dengan protokol kesehatan sangat ketat dengan ketentuan:
Semuanya berdasarkan pertimbangan gugus tugas dengan persetujuan pemda dan persetujuan orang tua agar anaknya diperkenankan pergi ke sekolah.
Sekolah tidak bisa memaksa jika orangtuanya tidak memperkenankan

Untuk yang zone hijau, yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka hanya di level SMA/SMK/MA/SMP itupun setelah semua ketentuan di atas dipenuhi
Barulah 2 bulan setelahnya SD/MI boleh dibuka.
Dua bulan setelah tahap SD/MI dibuka, PAUD formal (TK/RA/TKLB) barulah boleh dibuka.
Begitu ada penambahan level risiko naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

Untuk sekolah berasrama, pada zona hijau masih dilarang melalukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (selama dua bulan)
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan
• Toilet bersih, sarana cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer
• Memakai masker
• Thermogun
• Guru dan orang tua yang memiliki kormobid tidak diperkenankan masuk
• Siswa jika sakit atau keluarganya yang sakit juga dilarang masuk
Harus ada persetujuan dari komunitas/komite sekolah jika ingin membuka sekolah tatap muka (membuat kesepakatan bersama tetap perlu menerapkan protokol kesehatan)
Masa transisi
Di bulan Juli di sekolah zona hijau semua ceklis terpenuhi, namun tidak bisa normal selama dua bulan pertama. Terpenting adalah jumlah kelas. Maksimal 50% dari kapasitas normal siswa di kelas. Harus ada shifting, pembagian jumlah siswa per kelas. Untuk jenjang pendidikan dasar jarak 1,5 meter.
PAUD maksimal 5 bulan lagi baru dibuka dengan jarak 3 meter per siswa. Maksimal jumlah siswa 5 orang perkelas

Perilaku wajib selama masa transisi (dua bulan pertama), wajib memakai masker, cuci tangan memakai sabun
Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan olahraga tidak diperkenankan
Kantin tidak boleh dibuka selama masa transisi
Aktivitas siswa yang menimbulkan kerumunan

BOS di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk kesiapan satuan pendidikan, termasuk untuk membeli paket data siswa dan guru.
Penggunaan Honor juga ada relaksasi (tidak perlu guru ber-NUPTK).
Ketentuan pembayaran honor yang semula 50% menjadi tanpa batas.
BOP PAUD juga dapat dipergunakan untuk pembelian paket data, sarana protokol kesehatan, dan kelonggaran penggunaan dana untuk honor tanpa batas.
Masing-masing kepsek dapat menggunakan diskresinya

Untuk pendidikan tinggi, Tahun akademik tetap dimulai Agustus 2020, Pendidikan tinggi keagamaan dimulai September 2020, namun pembelajaran tetap menggunakan pembelajaran daring.
Untuk kegiatan praktikum, bengkel, penelitian, sifatnya small group dan individual project, kalau aktivitas prioritas untuk kelulusan mahasiswa, maka pemimpin kampus dapat mengizinkan mahasiswa datang ke kampus.